Rancangan RPJMD Kabupaten Bandung Barat 2013-2018

NGAMPRranwalrpjmdAH (BAPPEDA) – Diberitahukan kepada semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bahwa Rancangan RPJMD Kabupaten Bandung Barat 2013-2018 dan Lampiran Matriks Pendanaan dapat diunduh pada link di sebagai berikut:

Executive summary dan Rancangan RPJMD, dapat diunduh, disini Executive Summary RPJMD , Rancangan RPJMD dan Lampiran Bab 8 (Matriks Pendanaan), dapat diunduh di sini Matrik Bobot Program misi 1 Matrik Bobot Program misi 2 Matrik Bobot Program misi 3 Matrik Bobot Program misi 4 Matrik Bobot Program misi 5 Matrik Bobot Program misi 6, Rabu (13/11/2013).

 

Gambaran eMonev BAPPEDA Bandung Barat

NGAMPRAH (BAPPEDA) -e-monev_00 Menindaklanjuti kebutuhan akan informasi mengenai aplikasi e-Monev BAPPEDA Bandung Barat dari beberapa Kabupaten/Kota dalam rangka studi banding terkait Monitoring, Evaluasi, Pengendalian dan Pelaporan Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah; dengan mengacu pada: Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan; Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah; dan Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Barat Nomor 1 Tahun 2009 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah, pada tahun 2012 telah disusun Sistem aplikasi e-Monev BAPPEDA Kabupaten Bandung Barat. Rabu (4/3/2013).

 

Kabupaten Bandung Barat – Nominator 16 Besar Anugerah Baksyacaraka 2012

baksyacarakaBATUJAJAR (BAPPEDA) – “Berdasarkan surat dari Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Republik Indonesia, Nomor : B808/KMK/DEP.V/VII/2012, Kabupaten Bandung Barat menjadi salah satu nominator dari 8 Kabupaten dan 8 Kota dalam Anugerah Baksyacaraka 2012″ demikian disampaikan oleh Kabid Perencanaan Ekonomi, Dadang Harisuddin, pada kegiatan rapat persiapan menghadapi penilaian tahap II Anugerah Baksyacaraka, Kamis (2/8/2012).

Selain Kabupaten Bandung Barat, Kota Bandung, Kota Cimahi dan Kota Sukabumi juga lolos ke tahap II. Selanjutnya penilaian tahap II direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 7 sd. 8 Agustuts 2012 dengan agenda penilaian wawancara dengan aktor utama dalam bidang pengembangan budaya kreatif yaitu, unsur pemerintah daerah, cendekiawan, bisnis, dan tim kreatif.

“Hasil wawancara Baksyacaraka akan menentukan atau memilih 3 Kabupaten dan 3 Kota unggulan untuk mengikuti penilaian tahap III”, demikian ujarnya.

Link

workshopBANDUNG (BAPPEDA) – Bertempat di Hotel Kanira Bandung, Bappeda Bandung Barat menggelar acara Workshop Prognosis dan persiapan perubahan anggaran 2012, Jum’at (13/7/2012).

“Pada perubahan APBD tahun anggaran 2012 ini kami dari Bappeda ingin memberikan contoh kepada SKPD sebagaimana yang disampaikan oleh Bupati Bandung Barat, H. Abubakar mengenai evaluasi prognosis kegiatan dan efisiensi anggaran dalam rangka peningkatan kinerja pembangunan yang terutama akan lebih diprioritaskan pada penanganan infrastruktur dan penyelesaian pusat pemerintahan”. Demikian yang disampaikan oleh Kepala Bappeda, Asep Sodikin pada sesi istirahat workshop.

rkbrehabBATUJAJAR (BAPPEDA) – Bidang Perencanaan Sosial menggelar Rapat Koordinasi pelaksanaan pembangunan rehabilitasi ruang kelas dan pembangunan ruang kelas baru yang bersumber dari APBD Kabupaten, Bangub dan DAK tahun anggaran 2012, Senin (9/7/2012).

Rapat tersebut dihadiri diantaranya oleh Kabid Anggaran DPPKAD, Heru Budi Purnomo; Kasi Sarana dan Prasarana Bidang TK dan SD, Asep Nirwan; dan Kasi Sarana dan Prasarana Bidang SMP, M. Syafak Lenggana.

Beberapa kesepakatan rapat tersebut sebagaimana disampaikan oleh Kasubbid Perencanaan Sosial Budaya, Chilyatun Nisa, antara lain “SKPD terkait agar melengkapi dan merinci jenis kegiatan atau pekerjaan sesuai sumber anggarannya yang merupakan hasil Musrenbang 2011, pelaksanaan 2012; mencantunmkan rincian Calon Penerima Calon Lokasi dalam DPA untuk kegiatan luncuran, yang harus terakomodir dalam APBD TA 2012; melaksanakan konsultasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait realisasi Bantuan Gubernur untuk pembangunan RKB 2012 di Kabupaten Bandung Barat”.

Komitmen BAPPEDA Bandung Barat terhadap MDGs

mdgsBATUJAJAR (BAPPEDA) – Pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Milenium Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bulan September tahun 2000, sebanyak 189 negara anggota PBB termasuk Indonesia sepakat untuk mengadopsi Deklarasi Milenium yang kemudian dijabarkan dalam kerangka praktis Tujuan Pembangunan Milenium (Millennium Development Goals / MDGs). Dimana MDG’s menempatkan pembangunan manusia sebagai focus utama pembangunan dan memiliki tenggat waktu 2015.

MDG’s juga merupakan komitmen nasional dalam upaya lebih menyejahterakan masyarakat melalui 8 (delapan) tujuan MDG’s yaitu:

1. Memberantas kemiskinan dan kelaparan;

2. Mencapai pendidikan dasar untuk semua;

3. Mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan;

4. Menurunkan kematian anak;

5. Meningkatkan kesehatan ibu;

6. Mengendalikan HIV dan AIDS, Malaria dan Penyakit Menular Lainnya;

7. Menjamin Kelestarian Lingkungan Hidup;

8. Mengembangkan kemitraan pembangunan di tingkat global

Upaya percepatan pencapaian target MDG’s, menjadi prioritas pembangunan nasional yang memerlukan sinergis kebijakan perencanaan dari tingkat Pusat hingga Daerah. Sesuai Inpres No3 Tahun 2010 tentang Program Pembangunan Yang Berkeadilan,pemerintah provinsi dan kabupaten/kota sebagai unsur pemerintahan diwajibkan untuk melaksanakan percepatan pencapaian MDG’s yang tertuang dalam suatu Rencana Aksi Daerah (RAD).

Bappeda dalam hal ini, telah menyelenggarakan Rapat Koordinasi Rencana Aksi Daerah Millennium Development Goal’s (MDG’s) di Ahadiat Hotel dan Bungallow, yang bertujuan membangun komitmen, koordinasi, dan sinergitas program dari berbagai sektor dalam rangka pencapaian target Millenium Development Goals (MDGs) Kabupaten Bandung Barat.

Kami harapkan Rapat Koordinasi ini dapat bermanfaat bagi seluruh pemangku kepentingan terkait dalam menyusun RAD MDGs yang berkualitas, untuk mendukung terlaksananya percepatan pencapaian MDGs di Kabupaten Bandung Barat dalam mensejahterakan masyarakat.

Tour de Bandung Barat

toursospemBATUJAJAR (BAPPEDA) – Bidang Sosial dan Pemerintahan Bappeda telah melaksanakan peninjauan lapangan ke desa desa se kabupaten Bandung Barat, dengan menggunakan instrumen kuisioner. “Keluaran dari kegiatan ini adalah terlaksananya koordinasi percepatan pembangunan daerah bidang sosial pemerintahan berupa dokumen evaluasi pelaksanaan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Program Percepatan Kemandirian Desa (P2KD) di Kabupaten Bandung Barat”. Hal ini disampaikan oleh Kasubbid Perencanaan Pemerintahan, Agnes Virganty, Jumat (6/7/2012).

Adapun ruang lingkup evaluasi akan dilaksanakan yaitu: 1. Menganalisis efektivitas pengalokasian pengelolaan dan penggunaan anggaran 2. Menganalisis dampak ADD dan P2KD terhadap peningkatan prasarana umum, pemberdayaan masyarakat dan kelembagaan desa.

“Data yang telah kami peroleh dari lapangan selanjutnya diolah, dianalisis dan akan diadakan rapat koordinasi dengan seluruh Kepala Desa se-Kabupaten Bandung Barat pada bulan Agustus”, ujarnya.

 

Anugerah Baksyacaraka 2012, KBB Salah Satu Perwakilan Provinsi Jawa Barat

BATUJAbaksyacarakaJAR (BAPPEDA) - Bidang Perencanaan Ekonomi Bappeda menggelar kegiatan Sosialisasi Anugerah Baksyacaraka 2012. “Kegiatan ini merupakan tindak lanjut keikutsertaan Kabupaten Bandung Barat sebagai satu-satunya Kabupaten di Jawa Barat yang maju sebagai perwakilan dalam kompetisi Baksyacaraka 2012″ demikian disampaikan Kabid Perencanaan Ekonomi, Dadang Harisuddin seusai acara, Rabu (4/7/2012).

Selain Kabupaten Bandung Barat, perwakilan lain dari Jawa Barat dalam kompetisi ini adalah Kota Bandung, Kota Depok dan Kota Sukabumi

Baksyacaraka adalah penghargaan puncak untuk Kabupaten/Kota yang unggul dalam menciptakan iklim budaya kreatif dan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat, yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat dengan mempedomani Inpres Nomor 6 Tahun 2009 tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif

“Karenanya terdapat tiga aktor utama penggerak kreativitas yang dikenal dengan sebutan “triple helix”, yaitu aktor utama Cendekiawan (Intelectuals), aktor utama Bisnis (Business) dan aktor utama Pemerintah (Government, yang menjadi wilayah penilaian dalam kompetisi ini” ujarnya

Lebih lanjut seperti yang disampaikan oleh Kasubbid Perencanaan Ekonomi dan Investasi Daerah, Umar Suharyana “Terdapat empat belas (14) bidang pengembangan ekonomi kreatif dalam Inpres tersebut, yaitu: periklanan; arsitektur; pasar seni dan barang antik; kerajinan; desain; fashion (mode);film, video, dan fotografi; permainan interaktif; musik; seni pertunjukan; penerbitan dan percetakan; layanan komputer dan piranti lunak; radio dan televisi; dan riset dan pengembangan. Dalam hal ini yang menjadi unggulan Kabupaten Bandung Barat adalah kuliner, handycraft dan fashion”